drop down

Thursday, November 7, 2013

ku bukan pelatih

aku bukan pelatih


kelelahan selalu terasa, hingga tetesan air datang membahasi kerongkongan
kekecawaan akan slalu ada dibelakang, hingga datang kegembiraan yg menghapus segalanya

statement diatas tampaknya cocok bagi seorang pelatih
sosok yang tak pernah merasa haus namun perasaanya selalu kering kerontang jika anakdidiknya tak pernah juara
pribadi yang tak pernah tampil namun menjadi sorotan tatkala kesebelasanya kalah berada dibalik layar, sebagai penyusun strategi bagi barisannya


 didalam sepakbola semuanya akan ditentukan dalam 90 menit
disaat sebuah tim yang bertanding mengalami ketertinggalan point maka pelatih akan mengganti strategi menyiapkan pemain-pemain handalanya untuk mengejar ketertinggalan, bahkan membalikkan keadaan
selama 90 menit itu berlaku

namun apa yg terjadi ketika pemain yang sudah diganti merasa kecewa karena yang menggantikanya ternyata tak sehebat dirinya,  sehingga banyak cara yg dilakukan agar posisi itu ditempati yang lain.

pengaturan strategi memang wajar, dan lumrah namun bila itu intervensi dari bekas pemain atau pemain yg digantikan rasanya perlu dicermati

sepakbola adalah permainan tim,  kapten sebagai jendral lapangan yang lebih tahu kondisi yang ada di lapangan, dialah konnektor langsung kepada pelatih, namun ketika peran pelatih dihilangkan, peran kapten yang akan terbebani, karena kapten akan mengatur timnya sementara dia tak bisa melihat semua kawanya secara utuh

akhirnya pihak penontonlah yang akan memprovokasi, termasuk penonton terdekat,semua penonton pasti memiliki persepsinya pribadi, antusiasme dan fanatisme penonton sangatlah besar, betapa hebohnya jika semua penonton ikut main bola.

sebenarnya dimana letak aturan yang selama ini tersemat, apakah itu hanya sebagai pajangan ataukah peraturan hanya untuk dilanggar?

aku tak tahu, ku coba memulai dengan membangun semangat timku dengan baik, kuambilkan pelatih yang kompeten, ku coba merangkai apa yang selama ini belum tertaget, namun pihak lain begitu keras memotong langkahku

sehingga sirna sudah rangkaian tangga yang akan kulalui.
aku bukan pelatih. aku hanya kapten yang mengetahui medan tapi tak mampu melihat keseluruhan bagi anda para penonton. Jika anda ingin bermain, sampaikan pesan itu pada pelatih agar alur substitusi tetap berjalan dengan sistematik.



No comments:

Post a Comment