Sempat ragu ketika awal masuk dikawasan bonek. Panas, penuh dengan nada sengau yang kurang enak ditelinga. Lingkungan yang keras dan terasa tak nyaman berada disini. Ingin ku selalu pulang ditiap akhir pekan karna masih maba, sampai akhirnya terasa juga capek diperjalanan, tarif angkot yang mahal, tak sebanding dengan dua hari dirumah.
Tapi ternyata itu hanya dimuka. Ku masuki bangunan hibah negara Jepang ini. Megah, fasilitas lengkap dan seolah berada dinegeri samurai. Mulai kusukai disekelilingku. kawan-kawan kelas, dosen, mata kuliah dan banyak sekali ruangan-ruangan yang nantinya ini akan menjadi kenangan manis.
Semula kuhanya penonton dipinggir lapangan, namun kini kumulai ikut bermain , belajar bersama dan mengisi kekosongan untuk perbaikan. Inilah pemuda, generasi yang berada di titik tertinggi dari semua kalangan. Yang dikaruniai fisik akal dan pengetahuan lebih. Jangan pernah mengkufuri ini. Bangkit dan tunjukkan pada dunia bahwa kitalah generasi terbaik.
Kini dua tahun sudah kuberada disini. Masih panjang perjuangan ini, semoga tetap diberikan keistiqomahan untuk selalu melakukan pergerakan. Karena tanpa pergerakan, kemalasan akan senantiasa menyelimuti, dan itulah awal kehancuran. Jangan pernah menunda. Gunakan setiap momentum kekuatan muda ini untuk eksis dalam kehidupan yang bermanfaat.
Kepekaan terhadap sosial. Memahami dengan baik apa yang mereka sampaikan. Dan mencoba mengambil setiap hikmah. Kemudian solid dengan yang lain adalah point utama menjalani dinamika kampus ini. Yang terakhir jangan lupa untuk respect ke tiga hal,
respect to peoplerespect to time
respect to environmental
Untuk kawan semua, setengah perjalan dikampus bukan berarti setengah perjalanan hidup. Ini adalah proses awal pembentukan, setelah terbentuk akan ada proses konttribusi, dan jangan lupa untuk revitalisasi diri setiap waktu.
Sukses untuk kawan-kawanku
No comments:
Post a Comment