hari ini kembali mental KAMI diuji
titik titik keberanian, keputusasaan, kekecewaan, kebahagiaan terkumpul fokus menjadi satu menekan aliran darah sontak ingin menghela napas dalam dalam, karena pengumuman Pasangan Presiden terpilih akan segera digelar.
tak begitu terarik memang sebelumnya dengan pemilihan yang masih berupa ajang persaingan ini. siapa yang menang tentu itulah yang dimenangkan Allah, entah bagaimana caranya memang sekarang masih belum terislamkan prinsip kepemimpinan. Namun apakah tak berarti tugas kita hanya berdiam dan menunggu kemenangan Allah
ujian datang bukan karena yang akan menang adalah yang kita dukung atau yang kita abaikan, melainkan pengawalan akan semakin berat menuju tantangan INDONSIA MADANI. Ummat ini membutuhkan sosok keadilan, bukan kehadiran disetiap sesi TV atau public place. Ummat juga membutuhkan generasi kejujuran bukan kedustaan. Dan juga segi pengalaman dan keberhasilan sebelumnya serta bidang yang lain
antara suudzon , mudharat dan juga pandangan awam melihat lebih jeli pemimpin. Karena memang tak bersistem islam maka semua akan terbentur dengan hasil yang tak bersesuaian. semua orang memiliki porsi pemahaman ideologi yang akan menjadi titik perbedaan, yang akhirnya tingkat toleransi menjadi senjata paling diagungkan
bukan itu saja dengan strategi pencitraan semua bisa dikemas menjadi satu hal yang terlihat baik dan pantas dimata awam, inilah hal paling ditakutkan ketika maling justru bebas berkeliaran di istana, apa yang akan terjadi
sekali lagi rakyat telah memilih, siapapun yang dipilih maka yang menanggung adalah pemilihnya. Usaha pencerdasan, pelayanan politik telah habis habisa dikerahkan, alim ulama, ustad, kyai dan segala bentuknya telah berikhtiar untuk mencerdaskan namun semua akan ditentukan dengan coblosan saja
Allah yang memiliki kerajaan di bumi ini , tak ada hasil yang salah dalam ketetapanya, wahai masyarakat Indonesia mari kawal Indonesia bersama,
jika pemimpin hari ini memang bukan pilihan kita, berarti tugas kita untuk senantiasa berdakwah akan lebih berat, menasehati pemimpin dan segala yang berada dibalik layarnya secara hikmah
bila pemimpin hari ini adalah pilihan kita maka bertanggungjawablah atas apa yang kita pilih, karena nasib lima tahun kedepan bukan hanya milik dua orang yang memimpin, tapi urusan bersama seluruh rakyat
hidup INDONESIA
ALLAHUAKBAR
No comments:
Post a Comment